Pages

About

25 Feb 2012




PERJALANAN KEGIATAN MONDOK
DI PONDOK PESANTREN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
Oleh: PENGURUS

Pada tanggal 19 Desember 2011,kami seluruh pengurus organisasi Kerohanian Islam SMA N 3 Purworejo melaksanakan program kerja tahunan yaitu kunjungan ke pondok pesantren. Kali ini kami melaksanakan kunjungan ke ponpes Surya Global Yogyakarta.
Pada jam 07.30 sebelum kami berangkat, terlebih dahulu kani dikumpulkan di Hall untuk acara pelepasan yang dilakukan oleh Dra.Sri Sujarotun selaku kepala SMA N 3 Purworejo, dan dilanjutkan do’a yang dipimpin oleh Drs.Rochani selaku Pembina Kerohanian Islam SMA N 3 Purworejo. Setelah acara pelepasan dan do’a, kami tak lupa untuk berfoto-foto dulu. Setelah puas berfoto-foto kami semua langsung menuju ke bus yang telah disiapkan.
Kami memulai perjalanan dari sekolah sekitar jam 08.00. Dalam perjalanan semua lancar, dan tak lupa ada pembagian snack. Setelah senua mendapat snack kami mulai menkmatinya sambil melihat pemandangan dalam perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya kami sampai di Pondok Pesantren Surya Global Yogyakarta sekitar jam 10.00. Lokasinya di Jalan Ringroad Selatan Blado,Potorono, Banguntapan,Yogyakarta.
Setelah kami sampai disana, kami lalu masuk dan sudah disambut oleh warga pondok. Setelah kami masuk, langsung masuk ke acara yang pertama. Sebelum acara dimulai ada tIlawah yang dibacakan oleh ananda Lailatul Faridha, dan dilanjutkan sambutan dari pihak ponpes dan dilanjutkan sambutan dari bapak Drs.Rochani. Setelah sambutan kami langsung masuk acara pertama yaitu Ta’aruf (Perkenalan) yang di isi oleh ustadz Yudan. Dlam materi ini kami berkenalan , dan diberi materi tentang kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Acara selanjutnya setelah materi 1 yaitu ISHOMA dan Kema’hadan ( keakraban). Setelah sholat, kami langsung makan siang. Cara makanya sangat unik,karena 1 nampan nasi dimakan oleh 3 anak, dan kami sangat menikmatinya.
Setelah itu lanjut ke materi selanjutnya, tapi sebelumnya kami diajak untuk berkeliling pondok. Ternyata tempatnya sangat alami dan banyak tanaman herbal. Selain itu disana juga ada laboratorium penelitian. Setelah capek berkeliling pondok kami lanjut ke materi selanjutnya yaitu Ke”MRI”an ( Mabit Ruqyah Imaniyah). Dan dilanjutkan dengan materi Tajdiduniyah. Dalam materi ini kami mendapat materi tentang niat. Setelah materi 3 selesai kami sholat ashar dan dilanjutkan menuju ke Paviliun.
Di paviliun kami mandi, dan dilanjutkan ke materi berikutnya yaitu Sumuliyatul Islam ( Indahnya Islam). Di materi ini kami mendapat motivasi dan juga diarahkan ke penbentukan karakter yang baik.
Setelah itu, kami sholat maghrib berjamaah,dilanjutkan tadarus. Setelah tadarus kami makan malam. Setelah makan malam kami mengerjakan sholat isya’. Lanjut ke materi berikutnya yaitu urgensi dan dakwah, di materi ini kami diajarkan cara berdakwah.
Sekitar jam 21.00 kami melakukan kegiatan selanjutnya yaitu malam ukhuwah, dimana kami mempresentasikan materi hari itu yang telah kami dapat. Di sela-sela presentasi kami diberi hidangan roti bakar. Lumayan bisa buat obat ngantuk . hehehe……….
Sekitar jam 23.30 kami bergegas tidur,. Dan pada jam 03.00 kami melaksanakan sholat malam ( Qiyamul Lail). Dan pada waktu shubuh kami melaksanakan sholat shubuh berjamaah.
Sekitar jam 04.45,kami melakukan jalan sehat menuju ke ponpes yang berjarak kurang lebih 3 KM. Lumayan buat olahraga. Hehe………….
Setelah sampai di ponpes kami diberi materi tentang motivasi. Jam 06.00 kami kembali ke paviliun dan mandi serta istirahat sejenak. Lanjut ke materi Hubul Waton (Cinta Tanah Air). Dan dilanjutkan ke pemaknaan. Di pemaknaan kami diberi kesimpulan kegiatan kami. Dan dilanjutkan ke penutupan oleh pihak pondok. Sebelum pulang kami makan siang dulu, dan dianjutkan sholat dzuhur. Kami lalu berpamitan dan pulang.
Kritik: Kami kurang membaur dengan santri karena terlalu kebanyakan materi
Saran: kegiatan ini harus terus dilaksanakan. Dan bisa berkunjung ke ponpes yang lebih bagus lagi.
Sungguh pengalaman yang menyenangkan.
Baca Selanjutnya . . . >>

19 Jun 2011

Memperingati Maulid Nabi



Sebagian kalangan menilai bahwa mauled Nabi SAW, bid’ah. Karena menurutnya tidak ada ayat Al-quran atau hadist yang menganjurkannya.
Anggapan tersebut tidak benar. Memperingati hari kelahiran Nabi SAW, bukan ibadah, maka untuk melakukan dan tidak melakukannya tidak diperlukan dalil baik dari Al-quran atau hadist. Mengadakan peringatan mauled Nabi saw, hanyalah budaya dan budaya boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariat islam. Asal segala sesuatu selain ibadah adalah mubah, kecuali terdapat dalil yang menganjurkan atau melarangnya. Peringatan maulid Nabi boleh dilakukan dan boleh tidak selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariat islam. Namun menghukumi bid’ah dan haram adalah kebodohan siapapun yang menfatwakannya. Budaya bila tidak bertentangan dengan syariat islam boleh, sekalipun seluruh mufti Negara manapun membid’ahkan. Semua itu tidak ada artinya bagi islam dan budaya islam, itu hanya omong kosong belaka.
Kalau kita tengok sejarah dan melihat hadist-hadist Nabi saw, disana akan terlihat etika, adab, sopan santun dan kepedulian Nabi saw, pada nabi-nabi terdahulu. Nabi saw, pernah memperingati kemenangan nabi Musa as, dengan berpuasa pada hari kemenangannya, sebagai tanda syukur kepada Allah atas kemenangan tersebut. Tapi kenapa kita yang mengaku umat Nabi Muhammad saw, justru tidak mau mencontoh adab dan perilaku Nabi saw, yang mau mengenang dan memperigati hari kemenangan utusan Allah.
Sesungguhnya yang haram adalah yang diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya dan begitu pula sebaliknya. Tidak ada satu ayat dan hadist yang mengharamkan memperingati hari kelahiran nabi saw, berarti mubah. Mengatakan bid’ah berarti membuat kebohongan. Firman Allah..
“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.”(Q.S An-Nahl:116)
Tidak ada seorang ulama salaf maupun khalaf baik pada masa shabat, tabiin dan generasi setelahnya yang mengatakan mengadakan mauled Nabi saw, BID’AH, bahkan Shalahudin Al-Ayyubi mengadakan peringatan Maulid Nabi saw.
Allah menganjurkan kepada hamba-Nya untuk selalu membaca shalawat Nabi saw. Itu menunjukan bahwa umat islam tidak boleh lupa dengan Nabi saw, termasuk tidak boleh melupakan nabi-Nya selai membaca shalawat adalah memperingati hari kelahiran Nabi saw
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”(QS. Al-Ahzab:56)
Memperingati hari kelahiran Nabi saw, adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang sangat besar yaitu diutusnya seorang nabi dan rasul sebagai rahmat bagi alam semesta
Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."(QS. Yunus:58)
Mengadakan acara maulid Nabi saw, adalh merupakan acara dakwah. Dan dapat digunakan sarana amar ma’ruf nahi munkar, juga untuk mengingat kembali perjuangan Nabi saw dan para sahabatnya.
Memperingati mauled Nabi saw, dapat membangkitkan kecintaan umat islam kepada Nabi saw, dan membangkitkan semangat untuk mempelajari sejarahnya, sehingga mendorong untuk mengikuti jejak dan ajarannya. Firman Allah
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Huud:120)
Berdasar kan keterangan diatas sudah jelas bahwa memperingati hari kelahiran Nabi saw adalah mubah bukan bid’ah. Bahwa tidak ada umat islam yang tidak mau memperingati hari kelahiran nabinya, atau membid’ahkan, mengharamkan dan melarang mengadakan peringatan hari kelahiran nabinya, serta hari-hari bersejarah bagi umat islam. Wallahu a’lam.

Dikutip dari Amaliyah Sunnah yang Dinilai Bid’ah
Baca Selanjutnya . . . >>

18 Feb 2011

Lomba Kaligrafi


Minggu tgl 13 Februari kemarin rohis Membuat kegiatan yang isinya adalah lomba kaligrafi. Tujuanya adalah untuk mencari bakat-bakat yang besok dapat di lombakan ke tingkat yang lebih tinggi, dan sealain itu lomba kaligrafi juga dapat menambah keakraban antar anggota rohis karena lombanya berkelompok.

seperti yang saya sebutkan tadi lomba ini adalah lomba antar kelompok. Jadi yang mengikuti lomba ada 3 kelompok, dan setiap kelompok ada 5 anak dan ada juga yang 6 anak. Kelompok kali ini hanya sedikit karena ada kegiatan miror di SMA N 7 Purworejo, jadi Rohis mewakilkan 5 anak.

Lomba ini dimulai pada pukul 09.30. Bertempat di mushola SMA N 3 Purworejo. Sayangnya lomba kali ini Pembina rohis tidak datang karena lagi banyak urusan. Pada saat lombanya di mulai peserta langsung menunjukan kreatifitas masing-masing, ada yang menggambar, memotong kertas, mempersiapkan warna yang cocok dsb.

setelah beberapa lama sibuk membuat Kaligrafi akhirnya selesai juga. Disini ada yang unik konsumsi dari kegiatan ini adalah rujak. ada banyak buah-buahan, seperti timun, kedondong dll. Saya baru merasakan pertama kali ini ternyata enak juga rujak pakai Geblek. Rasanya nikmat dan bikin kenyang perut.

Setelah selesai menyantap rujak kita baru sholat berjamaah bersama-sama. Selesai sholat langsung kemas-kemas, dan pulang. Tapi sebelumnya di acara ini ditutup oleh ketua Rohis SMA N 3 Purworejo.

Sekian dulu postingan dari saya bila ada salah penulisan saya mohon maaf.

Baca Selanjutnya . . . >>
Twitter Delicious Facebook Digg My Space Favorites More